What’s up with Orientalis & Jihad?

Subhanallah… Bahaya besar!!!

Allah swt dalam al-Qur’an beberapa kali mengulang kata-kata jihad, dan maksudnya ditafsirkan langsung dengan perang fi sabillah. Tidak ada tafsiran lain dalam kata jihad tersebut.

Sy terhenyak ketika seorang dosen di jurusan sy mengatakan bahwa kata-kata jihad sekarang ini telah banyak dipelesetkan orang. Duh kok bisa seh??

Slama ini kata-kata jihad itu sering diartikan secara luas, seperti pendidikan itu jihad, menahan hawa nafsu itu jihad, dsb.

Secara Harfiah, itu artinya benar. Tidak ada penyangkalan atas itu. Tetapi, ternyata efek yang diberikan itu sangat jauh dari arti yang seharusnya diberikan oleh sebuah arti yang harfiah. Orang banyak telah menganggapnya sebagai arti yang sebenarnya dari jihad itu sendiri! Artinya kebanyakan muslim sekarang ini menafsirkan jihad itu sebagai arti harfiah saja dan melupakan arti yang sebenarnya. Efeknya, umat sekarang ini menjadi terlalu lembek terhadap mafia-mafia yang merengsek masuk dengan berbagai cara untuk menghancurkan Islam!

Telusur punya telusur ternyata yang pertama kali mencetuskan gagasan itu adalah orang-orang orientalis, orang-orang yang berusaha untuk mempelajari Islam dengan niat untuk menghancurkannya. Mereka melakukannya hanya dengan satu tujuan, menghancurkan Islam, sesuai dengan dogma-dogma yang mereka pegang teguh :

1. Adanya perbedaan mutlak antara Barat yang rasional (maju, manusiawi, dan superior) dengan bangsa Timur yang sesat (irrasional, terbelakang, dan inferior). Ini anggapan mereka terhadap penganut Islam yang sebagian besar berada di belahan Timur dunia ini.

2. Abstraksi dan teorisasi tentang bangsa Timur lebih banyak didasarkan pada teks-teks klasik dan hal ini lebih diutamakan dari pada bukti-bukti nyata dari masyarakat barat yang konkrit dan real.

3. Timur dianggap statis (tidak/berubah-ubah), seragam dan tidak sanggup mendefinisikan dirinya.

4. Pada dasarnya timur itu merupakan sesuatu yang perlu ditakuti.

5. Al-Quran bukan wahyu ilahi melainkan hanyalah karangan Nabi Muhammad yang merupakan gabungan unsur-unsur agama Yahudi, Kriten, dan tradisi Arab pra Islam.

6. Kesahihan atau otentisitas semua hadits harus diragukan.

Inilah dasar orientalis dalam setiap pergerakannya untuk menghancurkan Islam. Maka tidak mengherankan apabila muncul karikatur Nabi Muhammad, film Fitna, dsb. Apalagi dengan mengacaukan pemikiran-pemikiran dasar Islam. Dan perlu diketahui, tidak sedikit tokoh-tokoh besar Islam sudah terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran para orientalis ini. Termasuk pelencengan penafsirkan makna jihad yang sebenarnya, umat Islam lengah, dan mereka pun bisa dengan bebas menghancurkan negara-negara yang berpenduduk muslim mayoritas seperti di Timur Tengah.
Subhanallah! Ini bahaya besar!