BBM Pisang

Sejumlah peneliti dari Pusat Studi Energi (PSE) Terbarukan Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak telah melakukan kajian awal pemanfaatan pisang (Musa paradisiaca, Lynn) sebagai bahan baku biofuel.

“Dari kajian awal, dua sisir atau sekitar dua kilogram pisang dapat menghasilkan satu liter etanol dengan kadar alkohol sekitar 90 persen,” kata Ketua PSE Terbarukan Untan, DR Eng M Ismail Yusuf MT di depan Gedung Rektorat Untan, Pontianak, Kamis (19/6). Prinsip dasar yang digunakan yakni pisang dapat menghasilkan glukosa sebagai bahan utama etanol. Mula-mula pisang dengan jumlah tertentu dilumat menjadi seperti jus.

Sellulosa, karbohidrat utama yang disintesis oleh tanaman pada pisang merupakan pati (polisakarida) yang kalau dipanaskan dengan perlakuan khusus akan mengurai menjadi molekul yang sederhana, yakni glukosa. “Jumlah kandungan glukosa pada pisang lebih tinggi dibanding ubi kayu, beras dan ketan karena prosesnya lebih singkat,” kata Ismail Yusuf.

Dalam uji coba di depan Gedung Rektorat Untan, Kamis (19/6), api dapat menyala pada wadah kecil berisi etanol dari pisang. Ismail Yusuf menambahkan, Ahdiat juga telah mencoba untuk mencampur etanol dari pisang tersebut dengan premium. Hasilnya, sepeda motor dapat digunakan tanpa mengalami gangguan berarti. Meski demikian, pemanfaatan pisang menjadi etanol masih perlu diteliti lebih mendalam supaya hasil yang diperoleh maksimal.

Pisang yang akan menjadi bahan baku utama juga jenis yang tidak dimanfaatkan masyarakat sehingga tidak berbenturan dengan kebutuhan pangan. Produksi pisang di Indonesia setiap tahun sekitar 2,1 juta ton per tahun.