“Putra Laut” Itu Gratis Berlayar Seumur Hidup

MINGGU, 20 Juli 2008, sekitar pukul 09.30 WIB, para penumpang kapal Express Bahari C2 tersentak, kemudian terdiam tatkala mendengar teriakan bayi yang menggelegar di tengah lautan luas, antara Sabang dan Ulee Lheue, Banda Aceh.

Samudra tenang sejenak dan salah satu mesin kapal cepat itu padam beberapa saat, menyambut kedatangan sang bayi.Adalah putra kedua pasangan Rudiyansyah (29) dan Afriyenni (25), warga Perumnas Cot Bak U, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, yang lahir dengan selamat dalam pelayaran dari Sabang menuju Kota Banda Aceh pagi itu.

Sebagai apresiasi terhadap kelahiran di tengah laut itu, kru Express Bahari memberikan penghargaan kepada Rudi sekeluarga, berupa fasilitas gratis berlayar seumur hidup bersama Bahari.

Bangga sekaligus bahagia, begitu yang dirasakan Rudi, karyawan Badan Pengelola Kawasan Sabang (BPKS). Bukan karena hadiah yang diberikan Express Bahari. Tapi, ia lebih bangga lagi pada pengorbanan istrinya yang berjuang sekuat tenaga melahirkan si buah hati, dalam kondisi darurat dan perlengkapan seadanya. Proses persalinan dilakukan oleh dua bidan dibantu penumpang dan kru kapal. Pukul 10.00 WIB, Express Bahari C2 yang dinakhodai Kapten Raden Judiawan bersandar ke dermaga Ulee Lheue, Banda Aceh. Sejumlah petugas kesehatan dan satu mobil ambulans sudah disiapkan untuk membawa Yenni dan anaknya ke rumah sakit. “Saya bangga pada istri saya, saya bangga anak saya lahir di kapal. Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bahagia sekali,” tutur Rudi sambil memeluk anak bungsunya Rafiyansyah (4), ketika ditemui Serambi di Rumah Sakit Permata Hati, siang kemarin. Raut wajah Rudi dan Yenni memancarkan kegembiraan yang tiada taranya.

Sebenarnya, kisah Rudi, rasa sakit sudah dirasakan istrinya sejak Sabtu (19/7) malam. Karena itu, setelah mendapat rujukan dari rumah sakit di Sabang, ia memutuskan untuk segera membawa istrinya ke Banda Aceh dan bisa melahirkan di daratan. Namun, Allah berkehendak lain. Putranya itu justru lahir dalam pelayaran menuju Banda Aceh. Sektiar 20 menit kapal meninggalkan pelabuhan Sabang, Rudi dan Yenni mendapat momongan baru. Al Kautsar Bahariyansyah, nama yang kemudian ditabalkan pada “putra laut” yang baru nongol itu. Kata Al-Kautsar yang berarti surga, sebut Rudi, diberikan oleh ibunya. Sedangkan Bahari adalah nama kapal tempat bayi itu lahir, sedangkan Yansyah diambil dari akhir nama dirinya. “Nama itu diberikan oleh neneknya begitu sampai di rumah sakit ini tadi (kemari -red) pagi,” ucap Rudi.

***

Nakhoda Express Bahari C2, Kapten Raden Judiawan bersama Masinis I (second engineer) Muhammad, mengungkapkan sebuah keajaiban yang terjadi di saat menyambut kelahiran Al Kautsar. Salah satu mesin pendingin (sebelah kanan) di kapal tersebut mendadak padam dengan sendirinya, dan menyala kembali setelah persalinan selesai. “Menurut saya inilah tanda dan keagungan yang diperlihatkan kepada manusia ketika seorang bayi yang masih putih bersih itu lahir. Sebab, secara teknis mesin itu tidak ada masalah, tapi bersamaan dengan bayi itu lahir mesinnya mati dan begitu proses persalinan selesai, mesin pun hidup kembali. Ini keagungan Tuhan,” ujar Raden yang ditemui di dermaga Ulee Lheue. Kata dia, perusahaan akan memberikan penghargaan kepada keluarga Rudiyansyah, yaitu gratis bepergian bersama Bahari seumur hidup. “Ada kebijakan dari perusahaan, yaitu ayah, ibu, dan si bayi yang lahir di kapal ini digratiskan berlayar bersama Bahari. Nanti akan dibuatkan surat keterangan dan akan diserahkan kepada keluarganya,” kata Raden.

***

Suasana haru berbalut kebahagiaan menyebar di Ruang Seulanga 122 RS Permata Hati, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Minggu (20/7) siang. Kebahagiaan yang dirasakan Rudi dan Yenni dengan kehadiran putranya, juga ikut dirasakan seluruh sanak saudara yang ikut serta mengantarkan Yenni ke Banda Aceh. Secercah harapan dari kedua orang tua ini, Al Kautsar Bahariyansyah bisa menjadi anak yang saleh dan selalu berbakti kepada kedua orang tuanya. Juga tak gentar mengarungi samudra. Amin. (serambinews.com)


Wow, Maha Suci Allah, sungguh sangat luar biasa. Mudah-mudahan kelak al-Kautsar bisa membuat orang lain terharu dengan apa yang dilakukannya seperti orang lain merasa terharu dengan kelahirannya🙂