Perjalanan mencari kepastian

Hidup penuh dengan liku kehidupan, pilihan kadang datang untuk menuntut kepastian. Berawal dari keraguan kita melangkah, berfikir untuk mencari kebenaran.

Kebenaran tidaklah benar hingga yang benar itu benar. Kebenaran tidak hanya bersumber dari kata orang, kata buku, atau kata guru. Kebenaran adalah dirimu sendiri dan dirimu sendiri yang menemukannya.

Potensi yang maha besar dan maha karya Tuhan Semesta Alam tercurah pada manusia yang mau bersyukur kepada-Nya, memanfaatkan yang dianugerahkan-Nya sebesar-sebesarnya hanya untuk sebuah pengabdian tanpa batas, hingga akhir dari sebuah pengabdian membuahkan keridhaan, harta yang tak bisa dibandingkan dengan apa yang pernah kita pikirkan.

Terlalu banyak air dalam lautan ilmu yang harus digenggam setetes demi setetes, sehingga sangat sayang apabila waktu yang ada ini hanya digunakan untuk tujuan yang semu. Berjuta manfaat dan harapan membentang di hadapan, bagi siapa saja yang ingin akannya.

Betapa insan lalai untuk suatu yang tidak diketahui manfaatnya, menyibukkan diri dalam keremangan pikiran yang menyesatkan, hidup dalam ketiadaan diri dan hanya angan yang bekerja. Tahukah kita bahwa diri kita adalah pikiran? Tanpa berfikir dimana letak seorang manusia menyadari apa dirinya itu, untuk apa, bagaimana dia itu

Sesungguhnya kita ini milik Allah, dan kepada Allah jua-lah kita kan kembali.